Potensi Hutan Wisata Desa Wanagiri

Penutupan Vegetasi

Areal kerja Hutan Desa di Desa Wanagiri berdasarkan hasil penataan batas sederhana tahun 2017 seluas 256,53 Ha dan berada pada kawasan hutan lindung. Dan menurut hasil pengolahan data spasial Peta Penutupan Lahan di Pulau Bali tahun 2017, diperoleh hasil tutupan lahan yang sebagian besar masih didominasi oleh hutan lahan kering sekunder.

Namun demikian, berdasarkan hasil pengamatan, secara umum kondisi penutupan lahan di Hutan Desa tersebut adalah hampir 80% berupa tegakan kebun campuran, dan sekitar 20% masih berupa hutan alam. Di beberapa tempat masyarakat melakukan aktifitas pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian, dan perkebunan. Kondisi tutupan lahan cukup terbuka terutama pada lokasi yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pecah seribu yang membutuhkan pencahayaan penuh. Untuk lokasi dengan tutupan tegakan terpadat berada di kawasan hutan Dusun Bhuana Sari.

Ragam jenis pohon yang ada di Hutan Desa Wanagiri didominasi tegakan mahoni dan jenis rimba campur. Berdasarkan pendataan dan pengamatan oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa, ragam jenis pohon yang ditemui ada dan tumbuh di areal kerja Hutan Desa Wanagiri adalah Beringin, Cempaka, Kayu Bunga, Kayu Putih, Kayu Angeh, Leguung, Kayu Hee, Wangkal, Gau Gau, Ombo Ombo, Sembung, Suren, Lateng, Dadap, Ketapang, Pulai, Melina, Mahoni, Bunud, Kresek, Seming dan Pradah.

Potensi Non Kayu

Berdasarkan hasil pengamatan, potensi hasil hutan bukan kayu di areal Hutan Desa Wanagiri antara lain jenis-jenis tegakan Multi Purposes Trees Species (MPTS) seperti nangka, kemiri, manggis, durian, rotan, bambu, sawo, alpokat, aren, kelapa. Sebagian dari tegakan MPTS tersebut baru ditanam sejak tahun 2017, untuk mengurangi keterbukaan lahan karena penanaman bunga pecah seribu. Sedangkan untuk pemanfaatan di bawah tegakan umumnya masyarakat menanam tanaman kopi dengan jenis arabika dan robusta. Umumnya potensi HHBK tersebut ditanam dengan pola tegakan campuran antara tanaman kayu-kayuan, tanaman MPTS dan tanaman perkebunan/pertanian.

Ragam potensi HHBK di areal HD Desa Wanagiri meliputi Kemiri, Nangka, Rotan, Aren Bambu, Durian, Manggis, Alpukan, Sawo, Kelapa dan Kopi.

Khusus untuk tanaman kopi dan bunga pecah seribu, selain didalam areal kerja Hutan Desa, masyarakat Desa Wanagiri juga banyak menanam komoditas tersebut di luar kawasan/di lahan-lahan milik. Saat ini komoditas kopi tersebut sudah diolah melalui Unit-Unit Pengolahan Hasil dan ada kerjasama pengolahan pasca panen dan pemasaran kopi antara masyarakat dengan salah satu perusahaan Eksportir kopi.

Sedangangkan untuk HHBK berupa aren dan bamboo juga sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan arena dalah diambil air niranya untuk diolah lebih lanjut menjadi gula aren. Di Desa Wanagiri sudah ada dua KK yang mengolah gula aren  dengan produksi perhari rata-rata sebesar 4 kg. Gula aren yang diproduksi di Desa Wanagiri ini cukup digemari di pasaran dan pada saat tertentu hasil produksinya tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Potensi Jasa Lingkungan – Wisata

Salah satu bentuk pemafaatan kawasan berpotensi untuk dikembangkan di Hutan Desa Wanagiri adalah wisata alam. Hutan Desa Wanagiri itu sendiri mewakili topologi hutan pegunungan dengan kondisi yang beranekaragam. Potensi pemanfaatan wisata utama yang terdapat di hutan desa ini berupa kawasan wisata air terjun. Terdapat lebih dari 20 air terjun yang tersebar di kawasan Hutan Desa Wanagiri, namun baru beberapa yang kembangkan untuk wisata alam, salah satunya yaitu Air Terjun Banyumala. Kawasan wisata Air Terjun Banyumala itu sendiri sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain Air Terjun Banyumala Desa Wanagiri juga mempunyai air terjun lain yang berada di dalam areal Hutan Desa. Potensi air terjun yang ada di wilayah Hutan Desa Wanagiri antara lain Banyumala, Banyu Wana Amerta, Pucak Manik, Cemara, Ngepres, Kembar, Neru, Campuan, Subak dan beberapa air terjun yang belum diberi nama. Rata-rata ketinggian air terjun tersebut antara 10 – 50 meter.

Dengan mulai tumbuhnya kesadaran dari pengelola Hutan Desa, mengingat hutan Desa Wanagiri merupakan daerah pegunungan dan kawasan penyangga air Kabupaten Buleleng, dan perlunya pelestarian daerah sumber mata air, lembaga desa dan lembaga BUMDesa dalam hal ini sebagai Lembaga pengelola Hutan Desa secara bertahap mengurangi aktifitas penanaman bunga pecah seribu di dalam kawasan hutan lindung. Sebagai salah satu alternative yang dikembangkan sejak tahun 2017 untuk mengurangi pembukaan lahan untuk penanaman bunga pecah seribu adalah mengupayakan diversifikasi mata pencaharian, salah satunya melalui pengembangan wisata alam (ecotourism), dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Pengelolaan wisata air terjun di kawasan hutan desa ini dilakukan oleh kelompok masyarakat bernama Kelompok Darwis di bawah arahan lembaga BUMDES sebagai pengelola hutan desa. Pengelolaan wisata ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan bantuan dari desa terkait.

Selain air terjun di areal kerja Hutan Desa Wanagiri banyak ditemukan potensi sumber mata air dan sungai. Terdapat 8 sumber mata air besar dan lebih dari 20 sumber mata air kecil yang ditemukan di areal kerja HD Wanagiri, dan debit airnya relative terjaga baik dimusim penghujan dan dimusim kemarau. Sebagian dari mata air tersebut dipergunakan untuk pengairan pertanian sawah (subak) dan sebagian lain untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat di beberapa desa yang berada di bawah Desa Wanagiri.

Daftar mata air yang ditemukan di areal kerja Hutan Desa Wanagiri diantaranya adalah Mata Air Sudamala 1, Sudamala 2, Banyumala 1, Banyumala 2, Puncak Manik 1, Puncak Manik 2, Tirta Kuning dan mata air Pura Neru.

Potensi Khusus

Berkenaan dengan aktifitas ritual keagamaan dan budaya, sebagaimana tradisi Umat Hindu di Bali, di areal Kerja Hutan Desa Wanagiri juga ditemukan beberapa lokasi yang selama ini digunakan sebagai aktifitas ritual keagamaan dan/atau dikeramatkan oleh penduduk Desa Wanagiri. Daftar nama beberapa lokasi yang digunakan untuk aktifitas ritual keagamaan dan budaya di areal kerja HD Wanagiri diantaranya adalah Pura Tirta Kuning, Pura Batu Kasur, Pura Subak Satya Wacana Giri, Pura Puncak Manik, Pura Nehru dan Pura Bhuana Sari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *