Info Geografis Desa Wanagiri

Letak dan Luas Wilayah

Desa Wanagiri merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Sukasada. Desa ini disebut sebagai salah satu Desa Tua yang ada diwilayah Kabupaten Buleleng. Desa Wanagiri disanding oleh empat desa penyanding yaitu :

  1. Sebelah Utara Desa Panji dan Desa Ambengan,
  2. Sebelah Selatan berupa Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan (BKSDA),
  3. Sebelah Timur Desa Pegayaman dan Desa Gitgit,
  4. Sebelah Barat Desa Gobleg dan Desa Tegallinggah.

Berdasarkan data Kecamatan Sukasada Dalam Angka Tahun 2017, luas wilayah Desa Wanagiri adalah 1.575 ha. Desa ini terbagi menjadi tiga Banjar Dinas yaitu Banjar Dinas Yeh Ketipat berada di sebaleh Timur, Banjar Dinas Buana Sari Sebelah Tengah, dan Banjar Dinas Asah Panji di sebelah Barat. Hutan Desa di desa Wanagiri terletak di dekat Banjar Bhuana Sari dan Banjar Asah Panji.

Berdasarkan wilayah penggunaan, Desa Wanagiri terdiri dari wilayah pemukiman, perkebunan, dan tanah hutan. Pemukiman masyarakat tersebar di tiga wilayah banjar dinas. Wilayah pemukiman merata di tiga banjar dinas Desa Wanagiri. Jika dihitung luas wilayah pemukiman kurang lebih 38 Ha, tanah perkebunan  kurang lebih sekitar 417 Ha yang tersebar di tiga banjar dinas  Desa Wanagiri. Pemasok hasil perkebunan yang terbesar adalah banjar dinas Buana Sari dan Yeh Ketipat. Hasil perkebunan yang menonjol yaitu cengkeh dan kopi. Luas kawasan hutan  yang ada di wilayah administrative Desa Wanagiri seluas ± 670,00 Ha yang terbagi dalam kawasan hutan lindung, dan kawasan Taman Wisata Alam.

Topografi desa Wanagiri merupakan desa pergunungan dengan ketinggian kira-kira 900 sampai dengan 1200 m diatas permukaan laut yang sebagian besar merupakan daerah perkebunan. Jarak dari desa ke ibu kota kabupaten adalah 28 km. Sedangkan jarak ke ibu kota provinsi adalah 50 km. Dari  daerah pergunungan desa Wanagiri ini terlihat panorama laut, Danau dan daerah perkotaan sangat indah. Daerah pergunungan inilah yang menjadi daya tarik sehingga banyak dibangun tempat wisata berupa villa. Jenis Tanah di Desa Wanagiri adalah latosol dan andosol. Desa Wanagiri memiliki rata-rata curah hujan antara 4500 mm/tahun dengan tipe iklim B s/d C menurut  Schmid dan Ferguson, yang berarti bulan basah lebih tinggi dari pada bulan kering.

Jenis Tanah, Kelerengan dan Iklim

Jenis tanah di areal Hutan Desa Wanagiri terdiri dari jenis tanah latosol dan andosol. Tanah latosol merupakan tanah yang telah mengalami pelapukan lanjut dengan kandungan bahan organik, mineral primer, dan unsur hara rendah, bereaksi masam (pH 4,5 – 5,5), terjadi akumulasi seskuioksida, tanah berwarna merah, cokelat kemerahan hingga cokelat kekuningan, atau kuning. Jenis tanah ini terdapat mulai daerah pantai hingga daerah dengan ketinggian 900 m dengan curah hujan antara 2500 – 4000 mm/tahun. Sedangkan tanah andosol adalah tanah yang berwarna hitam sampai cokelat tua dengan kandungan bahan organik tinggi, remah, dan porous, licin, dan reaksi tanah antara 4,5 – 6,5. Tanah ini dijumpai pada daerah dengan bahan induk vulkanis mulai dari pinggiran pantai sampai 3000 m dpl dengan curah hujan yang tinggi serta suhu rendah pada daerah dataran tinggi (LPTIK Universitas Andalas).

Tipe iklim di Desa Wanagiri temasuk dalam tipe iklim C menurut kategori Smith and Ferguson. Dengan curah hujan rata – rata adalah 2.000,72 mm/tahun dengan rata – rata hari hujan adalah 155 hari/tahun. Curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli, Agustus, dan September, serta curah hujan tertinggi pada bulan Januari. Suhu udara terendah berkisar antara 11,54º – 20º C dan suhu tertinggi berkisar antara 23,15º – 24º C. Kelembaban udaranya berkisar ±91,98 %.

Topografi di areal Hutan Desa Wanagiri umumnya didominasi kelas kelerengan curam dan sangat curam. Hal ini dikarenakan letak Desa Wanagiri yang berada di daerah pegunungan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *